Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MATERI SKI KELAS 9 : Biografi tokoh pendiri organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia

PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ)
MTs NEGERI 2 CIAMIS

MATA PELAJARAN : SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
KELAS IX (SEMBILAN)


    a)      Biografi Singkat KH. Hasyim Asy’ari (Pendiri Nahdlatul Ulama)

KH. Hasyim Asy’ari lahir pada 10 April 1875. Ayah beliau bernama Kiai Asy’ari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di selatan Jombang. Ibu beliau bernama Nyai Halimah. KH. Hasyim Asy’ari memiliki garis keturunan baik dari Sultan Pajang (Jaka Tingkir) serta Raja Majapahit (Brawijaya VI). KH. Hasyim Asy’ari belajar dasar- dasar agama dari ayah dan kakeknya, Kiai Utsman yang juga pemimpin Pesantren Gedang Diwek, Jombang. Sejak usia 15 tahun, beliau berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren, antara lain Probolinggo, Langitan Tuban, Kademangan di Bangkalan, dan Siwalan di Sidoarjo. Pada Pada 26 Rabi’ul Awal 1317 Hijriyah atau 1899 Masehi, sepulangnya dari Mekah, KH. Hasyim Asy’ari mendirikan Pesantren Tebuireng yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad ke-20. Pada 31 Januari 1926, KH. Hasyim Asy’ari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU) yang berarti kebangkitan ulama. KH. Hasyim Asy’ari wafat pada 25 Juli 1947 atau bertepatan dengan 7 Ramadhan 1366 Hijriyah dan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

 

b)      Peranan KH. Hasyim Asy’ari untuk Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Beliau terlibat secara aktif dalam perjuangan membebaskan bangsa dari penjajah. Pada tahun 1937, beliau didatangi pimpinan Pemerintah Belanda dengan memberikan Bintang Mas dan Perak sebagai tanda kehormatan, tetapi beliau menolaknya mentah-mentah. Masa-masa revolusi fisik pada tahun 1940-an, barangkali menjadi yang terberat bagi beliau. Pada masa penjajahan Jepang, beliau sempat ditahan oleh pemerintah fasisme Jepang. Saat menjadi tahanan, beliau mengalami penyiksaan fisik hingga salah satu jari tangan beliau menjadi cacat. Namun, pada kurun waktu itu pula beliau menorehkan “tinta emas” pada lembaran perjuangan bangsa dan negara Republik Indonesia. Ketika Belanda hendak kembali menjajah Indonesia, beliau menyerukan “Resolusi Jihad”, yakni fatwa bahwa setiap muslim wajib berjihad membela dan mempertahankan tanah air pada 22 Oktober 1945. Momen tersebut kini diperingati setiap tahun sebagai “Hari Santri Nasional”.

Beberapa karya KH. Hasyim Asy’ari adalah: at-Tibyan fin nahyi an muqotha’atil wal aqarib wal akhwan (penjelasan mengenai larangan memutuskan hubungan kekerabatan dan persahabtan), Adabul ‘alim wal muta’alim (akhlak guru dan murid), al-Mawaidz (beberapa nasehat), Haditsul maut wa asrrus sa’ah (hadits mengenai kematian dan kiamat), ar-Risalah at-Tauhidiyah (catatan tentang ajaran tauhid ahlus-sunnah wal jama’ah)

Post a Comment for "MATERI SKI KELAS 9 : Biografi tokoh pendiri organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia"